DPU News

Tambah Hafalan, Siswa Adzkia Ikuti Karantina Tahfidz

  • by Admin
  • 17 April 2018

Tangerang Selatan-- SMA Adzkia Daarut Tauhiid kembali menggelar Karantina Tahfidz. Berbeda dengan program Karantina Tahfidz yang berlangsung akhir tahun 2017 lalu, dimana seluruh siswa SMA Adzkia mengikuti program ini tanpa terkecuali. Karantina Tahfidz yang dilaksanakan Tim Pengasuhan SMA Adzkia ini hanya diikuti 24 siswa kelas XII.

Program yang bertujuan menuntaskan hafalan santri Pesantren Daarut Tauhiid Serua ini rencananya digelar selama lima hari, mulai Ahad (15/4) pekan kemarin hingga Kamis (20/4) mendatang. Ketua Panitia program Karantina Tahfidz, Ustaz Sandi Ari Kurniawan menuturkan, program karantina ini dikhususkan hanya untuk siswa kelas XII, karena merupakan salah satu syarat kelulusan.

“Target hafalan setelah siswa lulus dari SMA Adzkia adalah minimal 3 Juz. Sementara, rata-rata siswa yang mengikuti program ini sebenarnya sudah selesai menghafal 2 Juz. Jadi masih tinggal menuntaskan satu juz,” ujar Ustaz Sandi.

Pria yang menyukai hobi olahraga sunnah (memanah) ini mengatakan, program Karantina Tahfidz yang digelar intensif selama lima hari tersebut dinilai cukup efektif untuk menambah hafalan siswa. Perkembangan jumlah setoran hafalan pun diungkapkan Ustaz Sandi meningkat pesat.

Tidak hanya itu, siswa ternyata bisa lebih memahami hukum bacaan dengan adanya program intensif ini.

“Kita sengaja meminta dukungan mentor dari luar, yaitu dari Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) untuk membantu siswa menambah hafalan mereka,” kata Ustaz Sandi.

Saat ini, hafalan siswa SMA Adzkia paling banyak adalah 15 Juz. Hafalan terbanyak ini menurut Ustaz Sandi diperoleh oleh santri ikhwan, Irvan Rachmatullah.

“Siswa atas nama Irvan ini juga Alhamdulillah berhasil lulus Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarok, mengalahkan 360 santri dari sekolah lainnya,” tutur Ustaz Sandi.

Ketika ditanya mengenai metode hafalan yang kerap digunakan santri SMA Adzkia, Ustaz Sandi mengatakan jika ia dan Musyrif Musyrifah lain biasanya menggunakan Metode Tiqrar.

Dengan metode ini, menurutnya siswa bisa lebih mudah menghafal. “Metode Tiqrar merupakan metode menghafal dengan cara banyak mengulang. Hal ini membuat anak lebih lengket hafalannya. Terlebih, inti dari menghafal sendiri ada pada keistiqomahan mengulang serta pengontrolan yang ketat,” pungkas Ustaz Sandi. (HumAdz).


Share This Post:

Berita Lainnya

Profil Lembaga DT Peduli

  • , 13 July 2018

DT Peduli adalah sebuah LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL dan merupakan Lembaga Nirlaba... Read more

DT Peduli Metro Kirim Anak Asuhnya Beasiswa ke AIS

  • , 11 July 2018

Metro, 06/07/2018. Daarut Tauhiid Peduli Metro mengantar salah satu santrinya... Read more

Sebanyak 54 PESERTA DIDIK ADZKIA IKUTI MPLS 2018

  • , 10 July 2018

ADZKIA – SMA Adzkia Daarut Tauhiid kembali menggelar Masa Pengenalan Lingkungan... Read more


Disqus Comments

comments powered by Disqus

Search

Alamat Kantor
  • Address: Jl. Gegerkalong Girang No. 32 Bandung - Pesantren Daarut Tauhiid
  • Informasi dan Konsultasi: 085 10001 7002
  • Fax: (022) 2021862
LAYANAN CHAT
Google+
© 2018 Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid