DPU News

Memberdayakan Perempuan Melalui Koperasi

  • by Admin
  • 21 April 2017

Sebagai agama yang menjunjung tinggi keadilan, Islam menempatkan perempuan dalam kedudukan yang tinggi. Mengapa demikian? Karena dari rahim yang ada pada perempuan-lah generasi manusia lahir. Sebagai ibu, perempuan juga menjadi madrasah pertama bagi anaknya.

 

Sebagai madrasah pertama, seorang ibu harus berpegang pada Al-Quran dan hadits agar melahirkan generasi qurani yang cinta agama dan membela negaranya. Selain itu, ibu yang berpegang pada Al-Quran dan hadits juga untuk menjauhkan anaknya dari ajaran sesat.

 

Sudah  kita ketahui bahwa kesesatan dan penyimpangan ummat terjadi karena jauhnya mereka dari petunjuk Allah SWT dan ajaran nabi serta rasul. Ini ditegaskan oleh Rasul melalui hadist berikut, “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, di mana kalian tidak akan tersesat selama berpegang dengan keduanya, yaitu Kitab Allah dan sunnahku.” (Diriwayatkan oleh Imam Malik)

 

Dalam Al-Quran sendiri telah dijelaskan peran perempuan baik sebagai istri, ibu, anak, maupun saudara perempuan. Tak ketinggalan tentang hak dan kewajiban mereka dalam keluarga  maupun masyarakat.

 

Dalam kondisi seperti sekarang, sering kita temui perempuan yang membantu suami mencari nafkah. Tidak ada yang salah dengan peran ini karena hal serupa pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW. Seperti yang dilakukan oleh Zainab ats Tsaqafiyyah, seorang wanita pebisnis dan pengrajin pada jaman nabi. Ia menafkahi kehidupan suami (Abdullah bin Masud ra) dan anak-anak dari hasil penjualan kerajinan tersebut.

 

Menyasar Golongan Mustadh’afin

Sebagai lembaga amil zakat yang fokus pada pemberdayaan, DPU Daarut Tauhiid pun turut memberdayakan perempuan melalui Misykat.

 

Misykat (Microfinance Syariah Berbasis Masyarakat) merupakan program pemberdayaan DPU Daarut Tauhiid di bidang usaha. Program ini menyasar ibu-ibu dari golongan mustadh’afin (orang yang terlemahkan) yang sudah menikah namun masih dalam usia produktif. Mereka diberi keterampilan berwirausaha serta dibekali pembinaan akhlak karakter agar mereka berdaya dan mandiri.

 

“Selain menyejahterakan anggota, kami juga ingin berperan dalam pemberdayaan dan pengembangan ekonomi ummat berskala mikro,” ujar Iwan Firmansyah, Ketua Pengurus Misykat.

 

Setelah berjalan hampir 14 tahun, kini telah banyak ibu-ibu yang mandiri. Melalui bekal usaha dan pengetahuan yang didapat dari Misykat, mereka bisa membantu meringankan beban suami dalam mencari nafkah. (EH)


Share This Post:

Berita Lainnya

DPU Daarut Tauhiid Bersinergi Dalam Acara Santunan Anak Yatim

  • admin, 16 August 2017

Cirebon – Mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 04... Read more

Qurban Peduli Negeri Telah Sampai di Kota Seribu Sungai

  • admin, 16 August 2017

Banjarmasin -- Tim Qurban Peduli Negeri akan mendatangi beberapa desa di kecamatan... Read more

Praktek Osmosis, Siswa Adzkia Sukses Rubah Warna Mawar

  • cipaku, 15 August 2017

Tangerang Selatan – Berbeda dengan hari biasa, Selasa (14/8) kemarin suasana... Read more


Disqus Comments

comments powered by Disqus

Search

Alamat Kantor
  • Address: Jl. Gegerkalong Girang No. 32 Bandung - Pesantren Daarut Tauhiid
  • Informasi dan Konsultasi: 085 10001 7002
  • Fax: (022) 2021862
LAYANAN CHAT
Google+
© 2017 Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid