Sahabat Guru Ngaji Pelosok

Sahabat Guru Ngaji Pelosok

Sahabat Guru Ngaji Pelosok

  • by Admin
  • 05 February 2018

 

UPDATE GURU NGAJI PELOSOK

 

Alhamdulillah wa syukurilah program guru ngaji pelosok sudah berjalan hampir setahun ini, sudah 8 orang ustadz yang DT Peduli Banten bina yaitu :

1.            Ustadz Ulil Albab di Baduy Banten sebanyak 30 santri

2.            Ustadzah Siti Ubaydah di Maja, Banten sebanyak 50 santri

3.            Ustadz Madnur di Gunung Gede, Lebak, Banten sebanyak 30 santri

4.            Kyai Madsuri di Panggaranagan, Lebak, Banten, sebanyak 50 santri

5.            Ustadz Suma di Pandeglang, Banten sebanyak 60 santri

6.            Ustadz Mansyur Al Kindi di Pandeglang, Banten sebanyak 35 santri

7.            Ustadz Mursid Baihaqi di Pandeglang, Banten sebanyak 50 santri

8.            Ustadz Rohmat di Pandeglang, Banten sebanyak 50 santri

 

Tetapi saat ini tinggal 6 ustadz yang masih dalam pembinaan DTP Banten. Sedangkan 2 ustadz sudah habis masa kerjasamanya.

Setiap bulan dari DT Peduli memberikan bantuan tunjangan sebesar Rp 800.000/orang. Dana tersebut sangat membantu ustadz/ustadzah yang selama ini berjuang tanpa pamrih memberikan cahaya hidayah di tengah kegelapan. Meski demikian, tidak jarang beliau harus berjuang juga untuk memenuhi kebutuhan primer keluarganya.

Harapanya kedepan guru ngaji setelah lepas dari kerjasama dengan DT Peduli sudah punya pegangan atau pengahasilan yang memadai dengan diberikan modal usaha seperti ternak ayam, entog, kambing dan pertanian.

Banten adalah lumbungnya pesantren, baik yang modern maupun tradisional. Ada terdapat 30.000 lebih pesantren di Banten. Ini adalah potensi umat yang belum tergarap dengan baik sehingga belum memberikan efek yang signifikan kepadfa masyarakat.

***

Ustadz Ulil dan istri adalah salah satu dari warga Kampung Pangembar, Desa Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Di kampung yang akses menuju kesana harus melewati hutan dan perkebunan sawit ini Ustadz Ulil dan istri mendedikasikan diri untuk mengajarkan Al Quran kepada warga, terutama kepada anak-anaknya dikarenakan orangtuanya sibuk bertani. Lulusan madrasah Aliyah (MA) dari Purwerejo dan pernah mengenyam pendidikan pesantren Al Quran di Malaysia adalah bekal Ustadz Ulil untuk mengajarkan Al Quran dengan sebaik-baiknya di kampung ini apalagi daerah Leuwidamar menjadi salah satu wilayah yang aktif pemurtadan. 

Tanpa penghasilan yang tetap Ustadz Ulil beserta istri tetap bersemangat untuk mengajarkan Al Quran. Sekitar 30-an anak rutin belajar Al Quran setiap bada maghrib dan bada shubuh bertempat di musholla untuk yang laki-laki dan rumahnya untuk yang perempuan dibimbing oleh sang istri. 

Memahami tajwid, menghapal ayat-ayat Al Quran, serta kajian fiqh ringan adalah agenda sehari-hari tanpa melupakan materi tentang akhlaq sebagai muslim serta sejarah islam.

Guru ngaji seperti Ustadz Ulil yang mendedikasikan dirinya untuk membumikan Al Quran dengan segala keterbatasan Ekonominya ternyata banyak jumlahnya. Semangat mereka sangat tinggi untuk mengajar Al Quran dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. 

Untuk saat ini, semangat dan keikhlasan para guru ngaji pelosok ini tidak perlu diragukan lagi. Tetapi kedepannya kita tidak tahu, dengan kondisi ekonomi yang ada apakah mereka dapat bertahan lebih lama lagi, apakah dorongan perut dan kebutuhan keluarga akan mengambil waktu dan tenaga yang awalnya diberikan untuk adik-adik kita belajar Al Quran.

Untuk itu, DT Peduli banten mengajak sahabat-sahabat sekalian untuk menjadi SAHABAT GURU NGAJI PELOSOK. Kita bantu sedikit dari sisi ekonominya sekaligus menunjukkan bahwa masih ada saudara-saudara seiman yang peduli dan menghargai jerih payah dan usaha guru ngaji pelosok untuk mengajarkan Al Quran.


Dukungan Sahabat Peduli



Program Peduli Lainnya

Google+
© 2019 DT Peduli