Mantan Marbot ini Butuh Biaya Untuk Obati Struk

Mantan Marbot ini Butuh Biaya Untuk Obati Struk

Mantan Marbot ini Butuh Biaya Untuk Obati Struk

  • by Admin
  • 21 November 2018

UPDATE

 

Sabtu, 12 Januari 2019 menjadi tanggal spesial bagi keluarga Abah Ndi warga Pulosari RT 12 Kecamatan Rengas dengklok Kabupaten Karawang. Rumah Abah Ndi yang sebelumnya tidak layak huni dan memprihatinkan akhirnya telah selesai direnovasi oleh DTpeduli Unit Karawang.

 

Kejadian ini disambut haru oleh seluruh keluarga Abah ndi. Harapan Mak tinah selaku istrinya Abah Ndi agar rumahnya bisa direnovasi akhirnya telah terwujud. Setiap kali disambangi oleh tim medis DT Peduli untuk terapi yang diperuntukan untuk Abah Ndi, Bu tinah selalu menitipkan doa kepada tim DT Peduli agar rumahnya bisa direnovasi menjadi layak huni.

 

Kini harapan itu telah menjadi kenyataan. Abah Ndi dan keluarga kini tidak lagi takut rumahnya roboh ketika hujan deras turun. Kami selalu ingat apa yang dikatakan Mak Tinah, "Kalau rumah roboh atuh kasian sama Abah. Abah ga bisa berdiri dan jalan kalau rumah roboh. Nanti Abah ketiban (tertimpa-red) rumah." Lirih Mak Tinah. Itulah kata kata yang membuat kami semakin tergerak dan peduli terhadap situasi seperti ini.

 

Alhamdulillah di awal Tahun 2019 ini Abah ndi dan Mak tinah dapat merasakan ketenangan dan kenyamanan dalam bertempat tinggal. Terimakasih untuk para donatur dari DT Peduli yang sudah menyumbangkan hartanya untuk program ini. Semoga Allah membalasnya dengan berkali kali lipat pahala kebaikan Aamiin Allahumma Aamiin.

*** 

 

UPDATE

Selasa, 18 Desember 2018, menjadi pertemuan keempat terapis dan bidan yang dikomandoi DT peduli untuk agenda pengobatan Abah Ndi. 

Perlu kita ketahui kembali bahwa Abah Ndi ini adalah seorang mantan Marbot Masjid yang sudah lama mengurusi masjid di lingkungan rumahnya. Mulai dari pembersihan masjid sampai mempersiapkan peralatan untuk melayani para jamaah masjid menunaikan ibadah shalat fardu dilakukan oleh Abah. Tapi Allah berkehendak lain.Diusianya yang senja dan kesibukanya sebagai marbot masjid, Allah memberikan ujian kepada abah yakni sakit Stoke yang telah di laluinya selama sekitar 8 bulan.

Flashback sedikit tentang penanganan yang team DT Peduli jalankan tak terasa sudah kali ke 4 Team DT Peduli memberikan penangan pengobatan kepada Abah Ndi. Ada 1 terapis dan 1 bidan yang membantu mengobati Abah Ndi yaitu Ustadz Amir sebagai terapis di bidang Totok punggung, akupuntur, bekam, dan ruqyah dan ditemani oleh rekanya yaitu Ibu Bidan'Nilam" yang sangat bahagia bisa ikut serta mengabdikan dirinya untuk ikut menangani abah ndi. Penanganan dikawal langsung oleh Kabag Program DT peduli unit Karawang yaitu Bapak Nalim berserta Staff program yaitu Bp Danie.

Pada Penanganan pertama Abah Ndi masih sangat sedih dengan kondisinya yang sudah tidak bisa apa-apa. Matanya berbinar terlihat sangat sedih mendalam. 

Alhamdulillah di pertemuan kedua rasa sedih mendalam nya sudah mulai menghilang. Terlihat senyumannya yang sudah menerima ikhlas dalam dirinya. Tahap ke 3 kondisi badan Abah Ndi sudah mulai berisi dan menggemuk bahkan Abah Ndi sudah bisa duduk walau masih harus dibantu.

Berlanjut ke penanganan ke 4, hasilnya sudah lebih banyak perkembangan. Abah Ndi sudah mulai ceria bahkan sudah bisa mengangkat tanganya memberikan isyarat OKE melalui kepalan tangan sembari tersenyum. Pengobatan ke 4 masih fokus pada totok punggung dan Akupuntur dengan harapan bisa memperbaiki saraf dan pernapasan. 

Tidak hanya pengobatan yang diberikan kepada mantan marbot ini. Rencananya DT Peduli akan merenovasi rumah Abah Ndi, mengingat kondisinya yang sangat mengkhawatirkan. Rumah yang dibangun hanya menggunakan bilik bambu dan beralaskan tanah itu kalau dilihat dari agak jauh sudah terlihat miring. Oleh karena itu kami menggagas program Renovasi Rumah Abah Ndi ini dalam waktu yang dekat ini.

Semoga apa yang kami lakukan untuk kesembuhan abah dan juga untuk mengurangi beban Abah Ndi mendapatkan keridhoan dari Allah Subhanahu Watalla Aamiin Ya Rabbal Alamin. 

***

Sudah 15 tahun Bapak Ndi (81) menjadi marbot. Sayang, struk yang dideritanya sejak April 2018 ini membuat Pak Ndi tidak bisa banyak bergerak dan terpaksa berhenti menjadi marbot.

"Sudah tujuh bulan Abah teh tidak bisa ngapa-ngapain lagi. Kini Emak weh yang kerjaan gantiin Abah jadi marbot masjid," ucap Tinah, istri Pak Ndi.

Ditemui di kediamannya di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kondisi Pak Ndi mulai melemah.

Sekarang Pak Ndi, Bu Tinah, dan satu orang cucu tinggal di rumah yang bisa dikatakan mau ambruk dan tidak layak huni.

"Ya kalo hujan teh air masuk ke dalem dan emak engga bisa apa-apa Abah kebasahan dan takut juga kalo rumah ini ambruk," Tambah Bu Tinah kembali.

Bu Tinah ingin ada bantuan dana untuk pengobatan untuk Pak Ndi.

“Ibu juga ingin ada dermawan yang menyisihkan hartanya untuk membetulkan rumah ini. Minimal mah biar ngga kehujanan lagi di rumah sendiri.”

Terakhir Bu Tinah juga ingin agar cucunya bisa melanjutkan pendidikan yang terhenti di kelas 2 SMP.


Dukungan Sahabat Peduli



Program Peduli Lainnya

Google+
© 2019 Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid