Hutang Puluhan Juta Demi Kesembuhan Ibu yang Stroke

Hutang Puluhan Juta Demi Kesembuhan Ibu yang Stroke

Hutang Puluhan Juta Demi Kesembuhan Ibu yang Stroke

  • by Admin
  • 02 May 2019

Sang Ibu Sempat Divonis Dokter, Sulastri Sampai Utang Puluhan Juta Demi Kesembuhan Sang Ibu

 

Medan (17/4) DT Peduli Sumatera Utara memberikan bantuan kepada Sulastri yang saat ini berjuang untuk kesembuhan sang ibu. Ibunya yang bernama Suria kini tengah menderita stroke, dengan kondisi setengah tubuhnya tidak dapat digerakkan. Sulastri yang sehari - hari hanya menjadi buruh cuci harus berjuang dan mengabdi kepada ibunya, sementara ibunya, Suria merupakan seorang janda yang membesarkan Sulastri dan ke 3 anaknya yang lain seorang diri, kini ibu Suria pun harus berjuang melawan sakitnya dengan di rawat oleh Sulastri, anak ketiganya.

 

Menurut pengakuan Sulastri, ibunya sempat di vonis oleh dokter tidak bertahan lama sebab jantungnya yang membengkak. Namun takdir berkata lain, justru perkembangan kesehatan ibunya semakin membaik, dengan keyakinan yang tinggi, Sulastri rela berutang sampai di angka 30 juta agar sang ibu tetap di rawat di ruang ICU dan mendapatkan penanganan terbaik di Rumah Sakit Umum, Kisaran. Namun sebab keterbatasan biaya, dan Sulastri juga bingung berutang kepada siapa lagi, akhirnya Sulastri dan suami memutuskan untuk merawat ibunya di rumah dengan pengawasan dokter.

 

Perkembangan kesehatan sang ibu terlihat semakin membaik, Sulastri memutuskan untuk mengobati secara terapi, namun sekali terapi Sulastri harus membayar uang pengobatan sebesar Rp. 250.000 setiap kali melakukan terapi, sementara terapi dilakukan dua kali dalam sepekan. Saat tim program DT Peduli Sumatera Utara melakukan Assessment ke rumahnya, Ibu Sulastri meletakkan harapan kepada DT Peduli agar bisa meringankan dirinya, "saya tidak punya cukup uang untuk biaya pengobatan mamak, utang juga sudah menumpuk, saya berharap ada bantuan yang datang". Ungkap Sulastri lirih. Saat tim DT Peduli Sumatera Utara menanyakan bagaimana solusi agar utang dapat terlunasi, Sulastri sempat lama menjawab, hingga akhirnya ia mengatakan dengan suara terbata - bata bahwa rumah dan sapi yang mereka miliki akan di jual, "punya lembu (sapi) satu ekor, itu pun masih kecil, paling itulah yang bisa kami jual, rumah mamak (Suria) mau tidak mau di gadaikan, tapi harapan kami ada jalan yang lain". Ungkap Sulastri. (Kustriawan)


Dukungan Sahabat Peduli



Program Peduli Lainnya

Google+
© 2019 DT Peduli