Khazanah Islam

Zakat Untuk Bangsa Merdeka

  • by Admin
  • 21 August 2017

Apa arti merdeka dalam hidupmu? Jika pertanyaan itu diajukan kepada setiap orang, tentu akan muncul jawaban yang berbeda-beda. Bagi orang yang hidup serba pas-pasan, merdeka itu saat harta berlimpah. Bagi seorang kering spiritual, merdeka saat bisa ibadah lebih banyak kepada Allah. Tapi bagi orang yang kuliah, merdeka itu saat bisa lulus skripsi dan wisuda.

Tapi meski kita semua memiliki pikiran berbeda tentang makna merdeka. Kita rasanya bisa sepakat, bangsa ini merdeka jika mampu adil, sejahtera dan makmur. Bukankah itu pula cita-cita pendiri bangsa? Ketika mereka berjuang pada masa revolusi fisik melawan penjajah, merdeka itu jadi idaman setiap anak bangsa. Ada harapan, jika merdeka kita mampu jadi bangsa mandiri, rakyat mendapatkan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan.

Jika sudah sepakat, itulah esensi kita menjadi bangsa merdeka. Rasanya merdeka jika bangsa kita mendapatkan keadilan dalam pendidikan, ekonomi dan kehidupan sosial. Mereka berhak sekolah tanpa direpotkan biaya sekolah yang mahal. Rakyat berhak bekerja dengan gaji yang halal, karena mencari pekerjaan itu mudah dan dijamin negara. Kehidupan sosial juga terjamin, tanpa ada keributan karena beda agama, kelompok, suku dan lainnya.

Tapi sudahkah kita menjadi bangsa sepenuhnya merdeka sesuai cita-cita pendiri bangsa? Jika bicara realitas, jawaban yang cukup tepat kita belum merdeka. Bagaimana mau merdeka, jika biaya sekolah makin mahal dan masih banyak terlihat masyarakat miskin. Kita belum merdeka, karena kekayaan masih menumpuk di sebagian orang saja. Orang kaya semakin kaya, sementara si miskin makin menderita dan belum bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

Di tengah kondisi kemiskinan dan kebodohan yang masih “hidup” di masyarakat Indonesia. Islam menawarkan solusi atas masalah yang ada. Zakat, itulah solusi Islam dalam mendorong masyarakat adil, makmur dan sejahtera. Melalui mekanisme saling memberi dan berbagi, ada distribusi kekayaan yang lebih merata. Sehingga orang kaya tidak kaya materi saja, tapi kaya hati dan mentalitas. Hati yang diliputi rasa syukur atas rezeki Allah, mentalitas selalu ingin berbagi kebahagiaan dengan orang lain.

Bicara kebodohan karena tidak sekolah, dana zakat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Adanya beasiswa untuk miskin dan dhuafa, renovasi sekolah dan pelatihan peningkatan kompetensi guru adalah sebagian optimalisasi dana zakat. Sebagai kunci mengatasi kebodohan, zakat dapat diwujudkan dalam berbagai program nyata. Jika dijalankan dengan efektif dan efisien, kita dapat berharap angka siswa putus sekolah dan guru minim pengetahuan kekinian dapat berkurang.

Dalam memecahkan masalah kemiskinan, dana zakat dapat mengalir kepada para penerima manfaat dalam beragam bentuk. Jika mustahik tidak bekerja, dapat diciptakan pelatihan wirausaha yang produktif untuk menghasilkan wirausahawan baru. Mereka dapat juga mengikuti kursus keterampilan produktif, sehingga dapat memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Dana zakat juga siap disalurkan untuk mereka yang sangat membutuhkan bantuan untuk mencukup kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Jadi merdeka itu sederhana. Satu orang bisa sekolah dengan bantuan dana zakat, itu sudah merdeka. Merdeka dari kebodohan sehingga kelak jadi manusia bermanfaat di masa depan. Berteriaklah merdeka!!! Jika manusia Indonesia bebas dari kemiskinan dengan fasilitas dana zakat produktif.

Tugas kemerdekaan memang tak pernah selesai. Perjalanan jadi bangsa merdeka masih panjang. Tugas kita semua, berikhtiar menumbuhkan harapan agar bangsa ini merdeka. Merdeka dari kemiskinan dan kebodohan. Dan kemerdekaan itu dimulai, ketika kita mampu tumbuh dan berkembang bersama. Semua dimulai dari semangat berbagi, peduli dan empati. Mari bersama kita mulai “Berzakat untuk menuju bangsa yang merdeka”

Inggar Saputra

Penulis, Dosen dan Aktivis Sosial

 

Foto: blog.dawntravels.com


Share This Post:

Khazanah Islam Lainnya

Berzakatlah melalui Lembaga Amil

  • 01 June 2017

Salah satu kewajiban seorang muslim yang mampu secara finansial adalah berzakat.... Read more

Menapaki Jalan Tauhid dengan Zakat Memandirikan

  • 29 May 2017

Zakat adalah salah satu dari pilar Islam. Sebagai rukun ketiga dari rukun Islam,... Read more

Ramadan, Bulan Empati dan Peduli

  • 29 May 2017

Ramadan adalah bulan teristimewa bagi umat Islam. Banyak sekali jamuan dari Allah... Read more


Disqus Comments

comments powered by Disqus

Search

Alamat Kantor
  • Address: Jl. Gegerkalong Girang No. 32 Bandung - Pesantren Daarut Tauhiid
  • Informasi dan Konsultasi: 085 10001 7002
  • Fax: (022) 2021862
LAYANAN CHAT
Google+
© 2017 Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid