Khazanah Islam

Ramadan, Bulan Empati dan Peduli

  • by Admin
  • 29 May 2017

Ramadan adalah bulan teristimewa bagi umat Islam. Banyak sekali jamuan dari Allah yang sudah disiapkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Tujuannya, agar mereka dapat merengkuh pribadi istimewa (takwa). Jamuan ibadah tersebut disediakan selama 24 jam nonstop. Ibadah saum di siang hari dengan cara menahan diri dari hal-hal yang membatalkan, mulai dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari (maghrib). Lalu, ibadah salat tarawih pada malam hari. Ada pun ibadah-ibadah yang lainnya seperti tilawah al-Quran, sedekah, dan ibadah-ibadah lainnya dapat ditunaikan baik di waktu siang maupun malam hari.

Ibadah saum sebagai ibadah utama di bulan Ramadan, dilaksanakan tidak hanya dengan  menahan diri dari yang dapat membatalkannya karena mengharap rida Allah semata, tapi juga harus memiliki dimensi sosial yang kuat. Jangan sampai ibadah saum menghasilkan pribadi yang hanya mementingkan kepuasan diri sendiri. Menyiapkan berbagai makanan untuk berbuka, tapi melupakan saudara-saudaranya yang harus berjuang demi memiliki sesuap nasi untuk dirinya.

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang memberi makan berbuka bagi yang menjalankan ibadah saum, maka ia memperoleh pahala saum tanpa pahala orang saum tersebut dikurangi. (HR. al-Baihaqi)

Hadis tersebut harus menjadi penyemangat umat Islam untuk memiliki jiwa kepedulian dan kemauan kuat berbagi, terutama di bulan yang penuh berkah ini. Dalam riwayat Bukhari disebutkan Rasulullah sangat dermawan, dan lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan. Kebaikan beliau digambarkan laksana angin yang bertiup, sehingga kebaikan-kebaikan beliau dirasakan oleh seluruh umatnya.

Ketika umat Islam sudah tidak lagi peduli terhadap saudara-saudaranya yang seakidah, serta hilang rasa empati terhadap penderitaan mereka, maka akan memperlemah kekuatan Islam. Umat Islam pun seakan menjadi buih di tengah lautan. Dalam salah satu keterangan Rasulullah menegaskan: “Tidak beriman kepadaku, siapa yang bisa tidur nyenyak dalam keadaan kenyang sedangkan tetangganya tidak bisa tidur karena rasa lapar yang ia rasakan padahal dirinya mengetahui hal tersebut. (HR. al-Thabrani)

Marilah, di bulan yang istimewa ini kita gosok hati nurani kita. Salah satunya adalah dengan memperbanyak sedekah agar jiwa semakin bersih dan hati berkilau dengan cahaya iman. Jangan lupa tunaikan zakat yang belum terbayarkan, termasuk zakat fitrah di penghujung Ramadan. Berbagi kebahagiaan adalah ciri seorang muslim. Selamat menikmati jamuan Allah semoga kita  menjadi insan yang bertakwa. [ↄ]

Penulis: H. Herman, S.Sos.I. (Direktur Utama DPU DT)


Share This Post:

Khazanah Islam Lainnya

Berzakatlah melalui Lembaga Amil

  • 01 June 2017

Salah satu kewajiban seorang muslim yang mampu secara finansial adalah berzakat.... Read more

Menapaki Jalan Tauhid dengan Zakat Memandirikan

  • 29 May 2017

Zakat adalah salah satu dari pilar Islam. Sebagai rukun ketiga dari rukun Islam,... Read more

Sedekah is Good

  • 23 May 2017

Betapa indah hidup yang diisi dengan kesenangan berbuat kebaikan, tanpa direpotkan... Read more


Disqus Comments

comments powered by Disqus

Search

Alamat Kantor
  • Address: Jl. Gegerkalong Girang No. 32 Bandung - Pesantren Daarut Tauhiid
  • Informasi dan Konsultasi: 085 10001 7002
  • Fax: (022) 2021862
LAYANAN CHAT
Google+
© 2017 Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid