Khazanah Islam

Panduan Pelaksanaan Ibadah Qurban (Bagian I)

  • by Admin
  • 22 August 2017

Ibadah qurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan (sunnah muakkadah). Selama tinggal di Madinah, Rasulullah SAW pun senantiasa melaksanakan ibadah ini. Rasul pun memerrintahkan umatnya agar senantiasa melaksanakan ibadah ini.

Agar ibadah imi terlaksana dengan baik dan sesuai sunnah, maka diperlukan panduan sebagai berikut:

1. Tidak Mencukur Rambut dan Memotong Kuku

Bagi yang berniat melaksanakan ibadah qurban didunnahkan untuk tidak mencukur rambut dan memotong kuku dari tanggal 1 Dzulhijjah sampai pelaksanaan ibadah qurban.

Namun, bagi yang berniat setelah tanggal 1 Dzulhijjah untuk tidak melakukan hal tersebit sejak awal berniat.

“Apabila telah masuk sepuluh hari (awal bulan Dzulhihhah) dan salah seorang dari kalian ingin berquban, maka janganlah dia menyentuh (dengan menggunting atau mencabut) sesuatupun dari rambut dan kulitnya” (HR. Muslim dan Ummu Salamah)

 

2. Hewan untuk Berqurban

HEwan yang diqurban harus dari bahimatul an’am. Bahimatul an’am adalah nama untuk tiga jenis hewan ternak, yaitu: unta, sapi, atau kambing (termasuk domba), baik jantan atau betina dan tidak boleh dari selain ketiga jenis tersebut. Berikut dalilnya:

“Dan bagi tiap-tiap ummat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka” (QS. Al Hajj: 34)

Adapun hewan qurban, diutamakan jantan daripada betina. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata: “Oleh karena yang dimaksud dari binatang qurban adalah dagingya, maka jantan lebih utama ketimbang betina.”

 

3. Usia Hewan Qurban

Usia hewan qurban bersifat ta’abbudi artinya mengikuti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan tidak boleh kurang dari itu. Oleh karena itu harus dipastikan hewan qurban memiliki usia yang cukup sebagaimana yang disyariatkan pada pelaksanaannya.

Dari Jabir bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian menyembelih (qurban) kecuali musinnah. Kecuali apabila itu menyulitkan bagi kalian maka kalian boleh menyembelih domba jadza’ah” (Mutaffaq ‘alaih)

Musinnah atau terkadang disebut tsaniyyah adalah hewan ternak yang sudah dewasa, diambil dari kata sinnun yang artinya gigi. Hewan tersebut dinamakan musinnah karena hewan tersebut sudah ganti gigi.

Adapun rincian usia hewan musinnah adalah onta 5 tahun, sapi 2 tahun, kambing jawa atau domba 1 tahun. Khusus untuk domba diperbolehkan dengan domba Jadza’ah yaitu yang telah berusia 6 bulan (lihatSyarhul Mumti’, III/410, Taudhihul Ahkaam, IV/461)

 

 

Diambil dari Panduan Pelaksanaan Ibadah Qurban, Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid

Penulis: Ali Nurdin Anwar Lc, M.E.I (Dewan Syariah Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid)

 

 

 


Share This Post:

Khazanah Islam Lainnya

Berzakatlah melalui Lembaga Amil

  • 01 June 2017

Salah satu kewajiban seorang muslim yang mampu secara finansial adalah berzakat.... Read more

Menapaki Jalan Tauhid dengan Zakat Memandirikan

  • 29 May 2017

Zakat adalah salah satu dari pilar Islam. Sebagai rukun ketiga dari rukun Islam,... Read more

Ramadan, Bulan Empati dan Peduli

  • 29 May 2017

Ramadan adalah bulan teristimewa bagi umat Islam. Banyak sekali jamuan dari Allah... Read more


Disqus Comments

comments powered by Disqus

Search

Alamat Kantor
  • Address: Jl. Gegerkalong Girang No. 32 Bandung - Pesantren Daarut Tauhiid
  • Informasi dan Konsultasi: 085 10001 7002
  • Fax: (022) 2021862
LAYANAN CHAT
Google+
© 2017 Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid