Khazanah Islam

Mengobrol Bebas Dosa dan Berlimpah Hidayah

  • by Admin
  • 07 April 2017

Dalam kehidupan bersosialisasi, kita tak lepas dari kegiatan mengobrol. Selain mencairkan suasana, mengobrol juga bermanfaat untuk mencari solusi, mengakrabkan, menggali ilmu, menyampaikan pesan atau misi, menghangatkan suasana, menghilangkan rasa bosan, dan memperkuat daya tahan tubuh.

Meski demikian, tetaplah berhati-hati dalam mengobrol. Jangan sampai mengobrol malah menjerumuskan dalam lubang dosa. Islam sendiri mengatur cara kita dalam mengobrol agar tetap dalam koridor islami.

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (QS. an-Nisa [4]: 114). 

 

Termasuk kebaikan Islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.” (HR. Ahmad & Ibnu Majah). 

 

Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.”(HR. Muslim). 

 

Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.”(QS. al-Hujurat [49]: 12). 

 

Dari surat dan hadist di atas, dapat disimpulkan bahwa ghibah, mencaci, memaki, menjelekkan, mencari kasak-kasuk mencari aib orang lain, adu domba, fitnah, berkata jorok, dusta, menipu, bercanda berlebihan, berdebat yang berakibat perselisihan, pertengkaran,dan permusuhan merupakan obrolan yang tidak bermanfaat.

 

Sedangkan curhat keluh kesah, cerita sana-sini tanpa awal dan akhir yang jelas merupakan jenis obrolan yang tidak bermanfaat. Hindari berbisik di tengah kumpulan orang dan memotong pembicaraan orang lain.

Lalu, bagaimana cara mengobrol yang baik? Berikut tipsnya:

 

1. Buka dengan sapaan ringan dan sederhana

2. Sikap bahasa tubuh menerima/terbuka

3. Rileks/santai

4. Sertakan menyebut Allah dalam setiap pembicaraan

5. Atur suasana hati sesama/teman bicara

6. Tentukan tema obrolan

7. Jaga obrolan agar tidak menjadi dosa

8. Bawa sarana penunjang keakraban (makanan ringan, teh, dan sebagainya)

9. Buat sedikit kesimpulan, atau bila berjanji diulang kembali (untuk menegaskan), dan

10. Akhiri dengan hamdalah, permohonan maaf, dan istighfar

 

 

*diolah dari Majalah Swadaya Rubrik A Deda, edisi Oktober 2014

Foto: gigaom.com


Share This Post:

Khazanah Islam Lainnya

Adzika Islamic School, Sekolah Bertauhid Bertabur Prestasi

  • 12 April 2017

Melahirkan generasi yang bertauhid dan berprestasi tidaklah mudah. Dukungan dari... Read more

Fakir Miskin, Prioritas Utama Penerima Zakat

  • 12 April 2017

Ketika berbicara tentang zakat, maka ada aturan-aturan yang sudah ditentukan oleh... Read more

Tiga Tempat Tersingkapnya Kepribadian Seseorang

  • 23 March 2017

Diceritakan pada masa Khalifah Umar bin Khattab, ada seorang laki-laki berkata... Read more


Disqus Comments

comments powered by Disqus

Search

Alamat Kantor
  • Address: Jl. Gegerkalong Girang No. 32 Bandung - Pesantren Daarut Tauhiid
  • Informasi dan Konsultasi: 085 10001 7002
  • Fax: (022) 2021862
LAYANAN CHAT
Google+
© 2017 Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid