Khazanah Islam

Mau Kaya? Baca Tiga Rumus Sedekah Ini

  • by Admin
  • 24 July 2017

Sahabat, pernahkah Anda merasa sebagai orang paling miskin di dunia? Gaji kecil, tak cukup

memenuhi kebutuhan hidup, utang menumpuk, belum bayar sekolah anak dan beribu kebutuhan

lainnya. Semua menunggu diselesaikan dengan satu kata: Uang. Jika ada uang di tangan,

masalah selesai. Tapi masalahnya justru kita lagi nggak punya uang.

 

Ketika kondisi itu hadir, biasanya kita mengeluh kepada temen, ngadu di medsos, ada juga yang

pusing tujuh keliling dan sibuk menyesali nasib. Tapi ada juga yang sibuk menyimpan masalah

itu, dipendam buat dirinya sendiri. Kemudian sakit datang, nggak sanggup menahan beban. Jalan

terakhir ditempuh yaitu bunuh diri. Tentu mengerikan bukan.

 

Kita sibuk mengeluh kepada teman dan medsos. Tapi kita lupa mengadu kepada Allah. Padahal

rezeki, hidup, mati dan semua urusan kita ini sudah diatur Allah. Rupanya kita sibuk ikutan

menghamba kepada manusia, seolah ngadu ke teman masalah akan selesai. Curhat ke medsos,

dikomen sahabat mulai dari kata sabar ya, ini ujian Allah. Sampai ada yang komen, nyuruh kita

lebih rajin bekerja, ada juga yang kasih saran bisnis dan sebagainya. Solusi itu bagus, kata-kata

itu indah buat penyemangat, tapi tetap saja jang lupa mengadu kepada Allah.

 

Ikhtiarkan setelah shalat, merenung mengapa hidup ini sulit rezeki. Kurang silaturahmi mungkin,

sibuk bermaksiat tanpa sadar, kurang restu dan doa orang tua. Ingat juga, apakah kita punya

utang ke teman, keluarga atau siapapun yang belum dibayar. Jika itu masalahnya, cepat datangi

orang tua Sahabat, minta maaf dan rajinlah minta doanya. Jangan lupa sering jalan-jalan ke

rumah teman, dan jika punya utang cepatlah di bayar.

 

Masih sempit rezeki juga? Coba ingat lagi jangan-jangan kita memang termasuk kelompok orang

yang pelit. Iya, pelit untuk bersedekah ketika lapang, tapi merasa jadi orang paling miskin

sedunia ketika diuji dengan rezeki yang sempit. Kita lupa, entah benar-benar lupa atau sengaja

lupa, bahwa sedekah banyak manfaatnya. Mulai menghapus dosa, melancarkan rezeki sampai

dapat doa terhebat dari orang yang merasakan sedekah kita. Soal sedekah, sahabat hendaknya

selalu ingat kuncinya.

 

Pertama, mulai sedekah dari diri sendiri. Jangan sibuk nyuruh orang lain sedekah, kalau kita

sendiri malas bersedekah. Biasakan memulai dari diri sendiri. Artinya kita mengajak diri dan

menggerakan hati, pikiran dan jiwa kita untuk biasa sedekah. Jika sudah terbiasa sedekah,

amalan sunnah itu akan jadi kebiasaan yang memupuk mentalitas sahabat. Sehari tak sedekah,

bagaikan nggak makan nasi. Terasa ada yang kurang, sehingga ingin selalu mencari orang yang

layak dapat sedekah. Atau buru-buru mencari masjid terdekat untuk sedekah.

 

Kedua, mulai dari yang paling kecil. Bingung mau sedekah berapa? Jangan bingunglah. Ada

uang berapa di kantong anda sekarang? Segeralah sedekah. Jangan sibuk mengukur sedekah dari

nominal uang, sebab sedekah itu urusan kita sama Allah. Sedekah seribu, nggak masalah tapi

kalau seratus ribu, sejuta atau satu milyar tentu lebih baik. Intinya sih, niatkan sedekah

berapapun jumlah yang sahabat sanggup dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ketiga, jangan sibuk menunda sedekah. Nggak usah menunggu besok kalau mau sedekah.

Sekarang saja, mumpung masih dikasih kesempatan hidup. Ada uang nih, mau sedekah nunggu

sejam, dua jam lagi atau besok. Memang Sahabat yakin masih dikasih kesempatan bernafas atau

hidup besok? Kalau bisa sekarang, detik ini juga, setelah Sahabat membaca tulisan ini, segera

sedekah. Makin cepat makin baik, dan tunggulah bagaimana rahasia langit bekerja. Allah pasti

akan memberikan berjuta kebaikan atas sedekah Sahabat. Itu diberikan Allah melalui berbagai

macam hal positif, maka nikmatilah.

 

Jadi Sahabat, mengapa kita rezeki terasa sempit banyak sekali sebabnya. Sibuklah mengoreksi

diri, jangan sibuk mengeluh kepada orang lain atau medsos. Setelah sibuk evaluasi diri. Jangan

ragu bersedekah setiap hari. Dijamin nggak akan rugi, pasti Allah akan mengganti dengan yang

lebih baik. Saya tak asal bicara. Jika Sahabat mau mencoba silahkan saja. Ambil uang di dompet

atau kantong Sahabat, sedekahkan dengan niat dimudahkan rezekinya. Setelah itu, rasakan

manfaatnya sedekah yang penuh berkah. Insya Allah rezeki akan mengalir deras, dan jika sudah

begitu, Sahabat siapkan Sedekah yang lebih besar lagi. Oke selamat sedekah ya Sahabat.

 

Inggar Saputra

Dosen, Penulis, Aktivis Sosial. Tinggal di Jakarta

 

 

Foto: konsultasisyariah.com


Share This Post:

Khazanah Islam Lainnya

Berzakatlah melalui Lembaga Amil

  • 01 June 2017

Salah satu kewajiban seorang muslim yang mampu secara finansial adalah berzakat.... Read more

Menapaki Jalan Tauhid dengan Zakat Memandirikan

  • 29 May 2017

Zakat adalah salah satu dari pilar Islam. Sebagai rukun ketiga dari rukun Islam,... Read more

Ramadan, Bulan Empati dan Peduli

  • 29 May 2017

Ramadan adalah bulan teristimewa bagi umat Islam. Banyak sekali jamuan dari Allah... Read more


Disqus Comments

comments powered by Disqus

Search

Alamat Kantor
  • Address: Jl. Gegerkalong Girang No. 32 Bandung - Pesantren Daarut Tauhiid
  • Informasi dan Konsultasi: 085 10001 7002
  • Fax: (022) 2021862
LAYANAN CHAT
Google+
© 2017 Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid