Khazanah Islam

Berzakatlah melalui Lembaga Amil

  • by Admin
  • 02 September 2015

Salah satu kewajiban seorang muslim yang mampu secara finansial adalah berzakat. Berkaitan ibadah zakat, ada aspek yang hendaknya menjadi perhatian bagi para muzakki (pemberi zakat). Yakni bagaimana cara menyalurkan/mendistribusikan zakat kepada mustahik (penerima zakat).

 

Ingat, 2,5% yang kita keluarkan berupa zakat itu bukan milik kita, tetapi milik mustahik. Oleh sebab itu, ketika mengeluarkan zakat, bukan berarti mengeluarkan harta kita. Tetapi sebaliknya, kita sedang mengeluarkan harta milik orang lain yang berhak. Kita harus benar-benar memerhatikan ketika memberikan hak orang lain kepada yang berhak.

 

Idealnya zakat itu dikeluarkan lewat lembaga amil. Mengapa? Karena, jika lewat lembaga amil maka dampak positif dari zakat menjadi lebih besar. Misal, kalau kita mengeluarkan zakat lima puluh ribu, kalau disalurkan langsung kepada mustahik, paling uang lima puluh ribu itu dipakai makan sekali atau dua kali. Tetapi, jika menyalurkan lewat lembaga sebesar lima puluh ribu, lalu lembaga itu memiliki ribuan donatur, maka terkumpul dana yang sangat besar dan disalurkan dalam bentuk program.

 

Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid menyalurkan dana zakat tidak hanya bersifat bagi-bagi uang (charity), tapi menyalurkannya dalam bentuk program. Contoh, program beasiswa, dengan lima puluh ribu yang kita titipkan, disalurkan dalam bentuk beasiswa. Hal ini membuat ribuan anak bisa sekolah. Mudah-mudahan kita menyadari pentingnya penyaluran zakat dengan memerhatikan dampak dari zakat tersebut.

 

Lalu, ada alasan lain mengapa berzakat sebaiknya melalui lembaga amil. Sudah banyak kejadian, muzakki yang menyalurkan sendiri zakatnya dalam jumlah besar, tapi berujung tidak baik. Mohon maaf, mereka (mustahik) dibagi uang dua puluh ribu per orang, namun harus mengantre. Banyak yang pusing, pingsan, terinjak-injak hingga meninggal dunia. Dana yang didapatkan memang itu hak dia, tapi oleh muzakki tersebut disuruh ngantre. Seolah-olah mereka sedang meminta-minta, padahal itu memang hak mereka. Jadi, membagikan zakat secara langsung dengan pola tradisional seperti itu adalah hal yang kurang baik dan sangat fatal.

 

Pesan untuk Ibadah Kurban

Kami dari DPU Daarut Tauhiid mengajak kepada kaum muslim yang memiliki kelebihan harta dari Allah, dan bisa menunaikan kurban, mari bersama-sama menunaikannya. Meskipun hukumnya sunnah muakadah, tapi bagi orang-orang yang mampu, ibadah kurban merupakan bukti penghambaan kepada Allah SWT.

 

Nabi Ibrahim disuruh menyembelih anaknya, beliau taat. Ada pun kita hanya disuruh ‘menyembelih’ sebagian harta saja.  Semoga untuk pelaksanaan ibadah kurban ini, dapat memilih lembaga amil DPU Daarut Tauhiid, melalui program Qurban Peduli Negeri.

 

Mengapa? Karena DPU Daarut Tauhiid menyalurkan hewan kurban hingga ke pelosok daerah. Ada survei dan uji kelayakan yang dijadikan sasaran penyaluran. Jadi, hewan kurban tidak menumpuk di wilayah perkotaan saja. (H. Herman)


Share This Post:

Khazanah Islam Lainnya

Menapaki Jalan Tauhid dengan Zakat Memandirikan

  • 29 May 2017

Zakat adalah salah satu dari pilar Islam. Sebagai rukun ketiga dari rukun Islam,... Read more

Ramadan, Bulan Empati dan Peduli

  • 29 May 2017

Ramadan adalah bulan teristimewa bagi umat Islam. Banyak sekali jamuan dari Allah... Read more

Sedekah is Good

  • 23 May 2017

Betapa indah hidup yang diisi dengan kesenangan berbuat kebaikan, tanpa direpotkan... Read more


Disqus Comments

comments powered by Disqus

Search

Alamat Kantor
  • Address: Jl. Gegerkalong Girang No. 32 Bandung - Pesantren Daarut Tauhiid
  • Informasi dan Konsultasi: 085 10001 7002
  • Fax: (022) 2021862
LAYANAN CHAT
Google+
© 2017 Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid