Khazanah Islam

Bersyukur Atas Ujian, Mengangkat Derajat Orang Beriman

  • by Admin
  • 04 August 2017

Quran Surat Al-Fatihah mengenalkan kepada kita, secara lengkap makna tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah. Ada beberapa  tujuan Allah menciptakan kita, Pertama, Untuk beribadah, Allah Swt Berfirman: "Aku (Allah) tidak menciptakan Jin dan Manusia kecuali Aku ciptakan agar mereka menyembah kepada Ku" (QS. Adz-Dzariyat: 56).

ketika kita mengingat ayat tersebut, kita sadar setiap perbuatan kita sekecil apapun harus menjadi ibadah. Perkataan, perbuatan, langkah kita harus menjadi ibadah. Contoh sederhana seseorang yg memahami bahwa perkataan adalah ibadah, Perkataannya akan terjaga sebagaimana hadits Nabi, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, Tujuan Allah menciptakan kita adalah menjadikan khalifah di muka bumi, kita diperintahkan untuk menjadi pemimpin, mengajak orang lain dalam kebaikan. Tapi bagaimana jika kita sendiri belim baik? Masyaa Allah, manusia adalah tempatnya salah dan khilaf. "Dari situ, Allah menginginkan kita untuk berdakwah sekaligus memperbaiki diri, memaknai kalimat khalifah.

Penerapan tauhid bisa diaplikasikan pada ujian yang Allah berikan kepada manusia. Allah akan memberikam ujian kepada hamba yang Dia cintai. Ada yang diuji dengan pasangannya, dengan keluarganya, dengan pekerjaannya dan ujian tidak hanya kesedihan, ujian ada pula yang berupa kesenangan, popularitas, kemakmuran, dan sebagainya. Bagian penting dari ujian adalah bagaimana cara kita menyikapinya.

Ada beberapa tingkatan dari sikap hamba Allah dalam menghadapi ujian. Yang paling rendah adalah marah, kemudian tingkat selanjutnya adalah sabar, tingkat yang lebih tinggi lagi adalah ikhlas, dan tingkat yang paling sulit adalah bersyukur.

Allah memberikan ujian hanya kepada orang-orang yang beriman, orang-orang yang shalih, karena Allah ingin menaikkan derajat mereka. Sedangkan adzab Allah berikan untuk orang yang benar-benar durhaka kepada Allah.

Sebagai penutup, Ustadzah Oki berbagi tentang kisah pembunuh yang telah merenggut 99 nyawa manusia namun berniat untuk taubat. Dan taubatnya diterima, Dengan makna lain, jangan putus asa dari Rahmat Allah Swt, kembalilah kepada-Nya, karena sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat.

[Disarikan Dari Kajian Tauhiid Spesial Muslimah Dompet Peduli  Ummat  Daarut Tauhiid (DPU DT) Bandung Bersama Ustzh. Oki Setiana Dewi,  - Penulis: AMP/TAUHID]


Share This Post:

Khazanah Islam Lainnya

Berzakatlah melalui Lembaga Amil

  • 01 June 2017

Salah satu kewajiban seorang muslim yang mampu secara finansial adalah berzakat.... Read more

Menapaki Jalan Tauhid dengan Zakat Memandirikan

  • 29 May 2017

Zakat adalah salah satu dari pilar Islam. Sebagai rukun ketiga dari rukun Islam,... Read more

Ramadan, Bulan Empati dan Peduli

  • 29 May 2017

Ramadan adalah bulan teristimewa bagi umat Islam. Banyak sekali jamuan dari Allah... Read more


Disqus Comments

comments powered by Disqus

Search

Alamat Kantor
  • Address: Jl. Gegerkalong Girang No. 32 Bandung - Pesantren Daarut Tauhiid
  • Informasi dan Konsultasi: 085 10001 7002
  • Fax: (022) 2021862
LAYANAN CHAT
Google+
© 2017 Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid